Sudah Benarkah Niat Kita untuk Bekerja?

Hayoo lagi pada ngapain nih? Baru pulang kerja trus istirahat sambil baca2 ya?

Nah saat ini pengen banget share soal kerjaan, bukan soal kerjaannya sih tapi untuk apa kita bekerja.

Coba kalo saya nanya, Anda kerja tujuannya apa? Terutama yang masih pada bujangan apalagi cewe2 nih. Ada ga yang tujuannya untuk nabung trus dihabisin buat beli barang2 mewah? Hayoo ngaku… 😀

Ga usah sungkan, dulu saya juga gitu, pengen beli ini beli itu, ada produk sama yg lokal yang lebih murah tapi pilihnya produk luar yang jauh lebih mahal.

Coba kita renungkan, seandainya gaji kita yang biasanya dihabisin buat beli ini itu makan ini itu, itu diatur ulang dibagi dg ngasih ke ortu, saudara, (yang biasanya ngasihnya cuman ‘cepek’ ditinggiin lah) dan juga di tabung (buat nikah, beli rumah, beli mobil dsb) yang biasanya beli banyak sekarang jadi dikurangin, entah produknya diganti ke lokal sehingga masih ada kembalian yang bisa disisihkan atau ya bener2 ga belanja kalo ga butuh2 banget.

Pernah ga sih bersikap egois apalagi yang kerjanya merantau atau jauh dari rumah, ga pulang2 atau ga kirim2 alasannya banyak kebutuhan padahal ya dihabisin sendiri. 😀

Coba renungkan dan pikirkan baik2, sejauh apapun hubungan kita dengan keluarga, tetep aja mereka keluarga kita (terutama bagi yang ga seberapa deket sama keluarga karna faktor x pada masa lalu dsb), apalagi kalau ada sebagian dari mereka yang kurang beruntung, coba kita sisihkan penghasilan kita untuk membantu mereka, bikinin usaha kek, atau sekolahain gitu.

Nah semoga tulisan ini ada manfaatnya ya, ini sih sebenernya tulisan untuk mengoreksi diri saya sendiri, tapi ya barang kali ada yang kebetulan sama berarti kita bukan jodoh. hehe..

Sekian tulisan singkat dari saya, mohon maaf apabila ada salah kata. 🙂

Masih “Nyantri”

Inti dari blog saya sebenarnya ingin menyampaikan apa yang telah saya pelajari / dengarkan tentang menjadi manusia yang berperilaku baik, manusia yang baik dimata manusia & Tuhan. Tetapi saya masih ‘belum pantas’ untuk ‘berdakwah’ lewat blog saya ini jadi saya masih ‘nyantri’ pada K.H. Abdul Ghofur (Ponpes Sunan Drajat) via radio online yang kita bisa bersama-sama nyantri disana & gak harus dateng ke ponpes, kita bisa tetap beraktivitas seperti biasa tetapi kita masih bisa sisihkan waktu untuk belajar ilmu agama dari situ. Beberapa kutipan yang ada di blog ini saya ambil dari ‘nyantri’ via radio online di http://www.persadafm.com, profil ponpes ini bisa dibaca jelas di http://www.ppsdonline.com. Link yang saya cantumkan di postingan saya sebelumnya jika berbeda maka di postingan kali ini adalah yang sudah benar / terbaru. Bagi anda yang sudah pernah nyantri pasti sudah familiar dengan pengajian kitab kuning. Nah di persadafm.com masih pengajian yang seperti itu. Kalau anda berada di wilayah Lamongan Gresik Bojonegoro Rembang dan sekitarnya anda bisa akses via PERSADA TV, langsung dari masjid tempat ngaji & radio di Persada 97.2fm atau bisa juga radio streaming, on-air-nya pada jam 06.50-08.10 WIB (LIVE), 16.00-17.15 WIB, 00.30-01.40 WIB. Bagi yang penasaran monggo didengarkan pada jam-jam tersebut.

Kenapa K.H.Abdul Ghofur? Continue reading

Proses Manusia dari Tanah

Well inilah yang kita ketahui dan sering kita dengar bahwa Tuhan menciptakan manusia adalah dari tanah, yang berbeda dengan penciptaan jin dari api dan malaikat dari cahaya. Sebenarnya bagaimana sih prosesnya manusia dari tanah bisa jadi cantik begini seperti saya (hehehe narsis dikit gakpapa kan..) atau ganteng alias tampan seperti anda (ups. Emang yang baca blog ini cuma cowok aja apa? hehe). Apakah dari segumpal tanah kemudian bim salabim jadilah kita atau seperti apa? Continue reading

Tetap Sikat Gigi Saat Berpuasa Yaa…

Kebanyakan dari kita mungkin tidak berani berkumur apalagi menggosok gigi saat sedang berpuasa, karena hawatir air akan tertelan. Dan malah ada penguatnya hadits nabi bahwa Allah suka akan bau mulut orang yang sedang berpuasa. Lantas apa yang sebaiknya kita lakukan disisi lain kita kurang nyaman dengan bau mulut yang mengering apalagi dengan bau seperti itu kita gunakan untuk berbicara dengan orang lain bahkan berbicara dg Tuhan (sholat)?

  Berikut penjelasan untuk solusinya:

Continue reading

Sedekah Terhebat

Tulisan ini terinspirasi dari pengajian kitab salaf yang saya dengarkan setiap pagi(6.40-8am) dan sore(4.15-5.30pm), yang juga bisa anda dengarkan streamingnya di http://radiopersadafm.com/, atau di Radio Persada 97,2 FM dan bisa juga melalui PERSADA TV. Nah pengajian yg disampaikan olek K.H. Abdul Ghofur  (PP. Sunan Drajad) yang saat ini ingin saya share adalah tentang sedekah, sudah lama sekali saya mendengar hadits Nabi yang artinya seperti ini : “Bersedekah yang paling baik adalah ketika tangan kanan memberi, tangan kiri tidak mengetahuinya”. Tetapi contoh yang saya pahami malah ternyata kurang tepat, dan saya telah mendapat banyak pencerahan.

Yang dimaksud hadits nabi dengan Tangan Kanan adalah yang Memberi, dan Tangan Kiri adalah yang Menerima. Jadi bersedekah yang penerimanya tidak mengetahui kalau kita bersedekah kepadanya. Saat itu beliau memberikan contoh seperti ini, misalkan anda adalah seorang pedagang sembako, nah suatu hari ada seorang pembeli yang anda tau kalau si pembeli adalah orang yang kurang mampu, dia membeli gula 1kg kepada anda, anda memberi harga yang sama dengan pembeli-pembeli lainnya, lalu apa yang beda? Anda menambah takarannya menjadi lebih dari 1kg, sehingga pembeli tidak tahu jika anda telah bersedekah kepadanya.

Orang-orang yang seperti itulah yang nantinya akan bisa berteduh dibawah ‘Arsy (istana)nya Allah SWT disaat semua kepanasan menanti hisabnya. Itulah satu dari banyak contoh yang pastinya anda bisa menggambarkan sendiri dengan aktivitas sehari-hari, setiap tangan kanan pasti memiliki caranya masing-masing untuk tangan kirinya.

Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi :-), Nah sudah siap untuk menjadi tangan kanan yang tidak diketahui? 😀

Move On ??

Hawatir keburu ilang aku ingin sekali menuliskan ini, Move On. Iyah akhir-akhir ini aku baru nyadar kalo sebenernya aku butuh sekali move on. Malem ini gara2 nyimak twitnya @RanggaUmara aku jadi terbangun bahwasannya aku harus move on. Move on dari apa?

Move on dari kebimbanganku saat ini, menunggunya, menantinya, seseorang yang belum jelas siapa dia dan apakah dia juga berpikiran sama denganku. Ternyata memang benar wanita terlalu mengingat hal2 kecil bersama seseorang yang spesial sehingga membuatnnya susah move on. Saya suka sekali dengan kata2 @RanggaUmara yang seperti ini, “What’s past is past, forward is the only way you can go. You can look back but never try to turn back. Move On!”, cocok!.

Kesalahanku saat ini aku selalu look back and try to turn back dengan selalu mengingatnya dan hari2 ketika bersamanya, dan aku menginginkan aku akan kembali lagi seperti itu saat ini. Inilah yang menurutku membuatku susah Move On. Aku masih saja megharapkannya, selalu mencari tau keberadaanya, kabarnya, dan apa yang telah ia lakukan. Dan aku mendapat respons yang sungguh sangat berlawanan. Aku mencoba sabar, tenang dan tetap berbaik sangka padanya, tetapi bayangannya seakan selalu ada. Dipikiranpun ada ketika aku telah terselesaikan dari kesibukanku. Aku sudah mengetahui responnya yang begitu acuh dan bahkan sudah seperti lupa tetapi hati ini masih saja merindukannya.

Itulah kesalahanku, saat ini aku baru menyadari bahwa banyak sekali hal yang lebih penting dari memikirkan, berbaik sangka, merindukan seseorang yang mungkin sama sekali tidak menginginkanku. Biarlah aku menjalani hidupku tanpa (bayangan) mu. Tanpa selalu mengharap kehadiranmu. Aku harus menerima dan menjalani keadaan saat ini, melakukan apa yang ada dihadapanku, bukan selalu melihat sesuatu dibelakangku dan mengharapkannya hadir dihadapanku. Terima kasih telah hadir untuk menguatkanku, memberiku pelajaran tentang apa sebenarnya hidup. Selamat menjalani hidupmu dan ternyata Kamu hebat, sudah lebih dulu Move On.

Hanya pengecut dan orang (calon) gagal yang tidak berani Move On!

Sengaja aku tulis apa yang ada dibenakku saat ini karena ini akan berlalu. Tidak mudah mendapatkan hal seperti ini. Dan tidak sengaja aku  telah mem-posting-nya.

Selamat malam.