Tulisan Seorang Hamba yang Ingin Dekat dengan Tuhannya

Tulisan ini aq buat seusai sholat dhuha.. entah kenapa tiba2 tanganq ingin sekali menulis sesuatu di laptopq.. ingin sekali mencurahkan isi hatiq.. dan baru bisa mempostingnya sekarang.. enjoy this post 😉

Boseeeeen banget…….. hati gundah, gelisah. Raga serta tenaga ini tidak mampu untuk melakukan sesuatu demi mencapai cita, sungguh lemah sekali diri ini. Tenaga terbatas, akal pikiran terbatas. Tidang mampu untuk menelan semuanya. Hati yg kotor, pikiran yg keruh, sungguh tidak pantas untuk melangkah. Tiada daya dan upaya. Aq tidak mampu menjalani ini semua. Raga begitu lemah dan tidak bisa berkutik hanya untuk mencapai satu cita. Begitu banyak cita yg ingin ku raih tapi terlalu tinggi hanya untuk seorang hamba yg terbatas, yg masih bergantung ke sesama. Tidak mampu berfikir jernih, tidak mampu berkata-kata. Tidak mampu mendapatkan segalanya. Usaha yg lemah, yg tiada orang sudi melihat. Manusia kotor penuh dosa yg mempunyai mimpi begitu tinggi yg ia sendiri tidak mampu meraih. Hidup tidak pernah bahagia apa lagi membahagiakan prang lain, apa lagi bermimpi mendapatkan orang yg bisa membahagiakannya.

Tiada daya dan upaya, hanya bisa berdoa yg mungkin doa ini tidak akan sampai, hanya bisa meraung, mengeluh tiada arti, tidak punya kaki untuk melangkah, tidak punya tangan untuk bekerja dan tidak punya nyawa untuk hidup. Sungguh tidak ada usaha, tidak ada upaya tidak ada bahagia, tidak ada cita. Tidak untuk semua. Sungguh lemah, meminta tak diberi, memohon tak dikasihi. Kemanakah diri ini akan pergi. Sebatang kara, tiada tempat bernaung dan tiada pula orang sudi memberi naungan, menjijikkan, memalukan, hina. Begitu hina sehingga tidak pantas berteman dengan manusia. Tidak layak mengharap kekasih. Tidak bisa mengasihi diri sendiri. Tidak mampu berpijak, tidak mapu melangkah. Hanya diam tanpa arah tanpa tujuan. Berharap yg tak pasti, memohon yg tak mungkin.

Sepi.,,. Sepi sekali, karena tidak ada dunia seperti ini, tidak ada mahluk seperti ini, dan tidak ada orang macam ini. Mau jadi apa diri ini kelak, sungguh hina, tidak pantas kau berhadapan dengan tuhanmu, dengan manusia saja kau tidak mampu. Kejam sekali kau terhadap dirimu. Sungguh lemah sungguh hina. Berhenti tanpa tujuan, berhenti tanpa arah.

Tidak pantas aku menyebutNya, sungguh hina diri ini, tidak pantas punya cinta tidak pula cita. Sungguh kejam diri ini begitu memaksakan. Tidak ada usaha, tidak ada daya. Sungguh tidak mampu diri ini,. Manusia terbuang yg tidak pantas disebut manusia, begitu lama kau menghayal, tanpa daya tanpa usaha. Tiada yg didapat tiada yg diberi, sungguh hina diri ini. Begitu lama tersesat, begitu lama menyesatkan. Sungguh tidak pantas memohon, sungguh tidak pantas meminta, sungguh lemah, kotor, hina diri ini, sungguh tiada sudi memohon.

Hidup hanya berjalan, tidak ada usaha. Hanya mengikuti takdir, sungguh bodoh, sungguh hina, sungguh lemah. Mengharap yg tidak mungkin, mengusahakan yg tidak bisa. Sungguh sia-sia. Tidak pantas diri ini hidup, memalukan, mengotori pijakan bumi, mengotori mahluk yg lain. Sunggguh tidak pantas hidup di dunia, begitu hina, akan lebih hina lagi di akhirat, memalukan. Siapakah diri ini yg begitu lemah begitu hina, tidak pantas kau ada disini, tidak pantas kau untuk memohon, siapa dirimu mau memohon ke Maha Agung? Melihatmu saja Dia tidak sudi, sungguh hina diri ini.

Tidak pantas sekali hidup, kau mengharapkan sesuatu yg tidak mungkin, cinta yg tulus mencintaimu, apa-apaan itu, manusia saja bisa terbahak mendengar itu, bagaimana TuhanMu mau melirik? Mengaharapkan dunia yg begitu besar, begitu mempesona, syetan yg menggoda manusia saja tidak sudi menggodamu. Memalukan sekali, syetan pun tidak sudi berteman denganmu. Kau mati pun bumi enggan menerima jasadmu. Mau berbuat apa kau jiwa yg hina??! Sungguh memalukan! Enyah pun tidak layak kau dienyahkan. Sungguh terbuang diri ini,. Tidak mampu berandai2, tidak mampu berhayal, karena sungguh tidak pantas. Memalukan!

Terlalu lama kau hidup. Semakin lama kau hidup, semakin membuat kotor dunia. Semakin cepat kau mati, semakin jijik bumi mengubur jasadmu.

Diri ini begitu sombong, begitu banyak permintaan, padahal sungguh tidak layak dan tidak mampu mendapatkan itu semua. Kepada siapa kau memohon kalu Tuhan saja tidak sudi melirikmu? Hahaha… sungguh bodoh. Mau apa kau di dunia ini? Bersenang-senang? Syetan saja tidak sudi mengompor2i mu untuk melakukan kesenangan. Mahluk macam apa kau ini? Kau tidak pantas ada disini. Begitu rendah! Bumi enggan kau pijaki, langit enggan melindungi, matahari enggan menyinari. Mau hidup dengan siapa kau jiwa yg bodoh? Kau tidak sadar akan kebesaran Pencipta?? Kau tidak sadar KeagunganNya?? Kau tidak lihat dunia ini? Ada berapa nikmat yg tidak manusia syukuri?? Hanya mahluk seperti itu saja kau banyak minta ke Tuhanmu! Banyak menuntut banyak bergaya! Kau sadar tidak dengan dirimu?? Mau jadi apa kau kalau bersyukur saja kau enggan hei mahluk lemah, bodoh? Kau tidak ada apa2nya dibanding Dia. Begitu saja kau banyak menuntut, kurang yg disebabkan dirimu sendiri saja kau protes. Bagaimana Tuhan mau melirikmu? Mendengar namamu saja Dia tidak sudi. Mau sampai kapan kau menjadi mahluk yg sombong? Mau sampai kapan kau jadi mahluk yg banyak menuntut? Mau jadi apa kau kalau begitu bangga dengan yg kau punya? Dari siapa semua itu mahluk bodoh??? Kau bisa berjalan karena siapa? Kau bisa makan enak karena siapa? Sungguh jika saja Tuhan mengambil lidahmu, kau tidak akan merasakan makanan yg kau banggakan itu, jika saja Tuhan mengambil matamu, tidak akan bisa kau melihat keindahan dirimu yg kau banggakan itu. Mau apa kamu di dunia ini? Hidup saja kau terlalu terobsesi melakukan hal-hal yg begitu tinggi. Kau tidak ada apa2nya hei manusia. Kamu siapa? Terbuat dari tetesan mani saja kau berlagak madu. Menjijikkan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s