Sedekah Terhebat

Tulisan ini terinspirasi dari pengajian kitab salaf yang saya dengarkan setiap pagi(6.40-8am) dan sore(4.15-5.30pm), yang juga bisa anda dengarkan streamingnya di http://radiopersadafm.com/, atau di Radio Persada 97,2 FM dan bisa juga melalui PERSADA TV. Nah pengajian yg disampaikan olek K.H. Abdul Ghofur  (PP. Sunan Drajad) yang saat ini ingin saya share adalah tentang sedekah, sudah lama sekali saya mendengar hadits Nabi yang artinya seperti ini : “Bersedekah yang paling baik adalah ketika tangan kanan memberi, tangan kiri tidak mengetahuinya”. Tetapi contoh yang saya pahami malah ternyata kurang tepat, dan saya telah mendapat banyak pencerahan.

Yang dimaksud hadits nabi dengan Tangan Kanan adalah yang Memberi, dan Tangan Kiri adalah yang Menerima. Jadi bersedekah yang penerimanya tidak mengetahui kalau kita bersedekah kepadanya. Saat itu beliau memberikan contoh seperti ini, misalkan anda adalah seorang pedagang sembako, nah suatu hari ada seorang pembeli yang anda tau kalau si pembeli adalah orang yang kurang mampu, dia membeli gula 1kg kepada anda, anda memberi harga yang sama dengan pembeli-pembeli lainnya, lalu apa yang beda? Anda menambah takarannya menjadi lebih dari 1kg, sehingga pembeli tidak tahu jika anda telah bersedekah kepadanya.

Orang-orang yang seperti itulah yang nantinya akan bisa berteduh dibawah ‘Arsy (istana)nya Allah SWT disaat semua kepanasan menanti hisabnya. Itulah satu dari banyak contoh yang pastinya anda bisa menggambarkan sendiri dengan aktivitas sehari-hari, setiap tangan kanan pasti memiliki caranya masing-masing untuk tangan kirinya.

Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi :-), Nah sudah siap untuk menjadi tangan kanan yang tidak diketahui? 😀

Advertisements

13 thoughts on “Sedekah Terhebat

    • Riba itu jika si penjual menambahi bobot TIMBANGAN tanpa sepengetahuan si pembeli sehingga yg diketahui pembeli sudah 1kg akibat timbangan tetapi kenyataannya TAKARAN kurang dari itu.

      • Nah ini kasusnya kan sebenarny hampir mirip, kalau yang kamu bilang itu nambahai TIMBANGAN tapi kan sama-sama tidak diketahui si pembelii to? artinya : Takaran itu tidak = yang dibeli.

        Sii pembeli beli seharga 1 KG , karena penjual menambahi TIMBANGAN jadi “Kurang dari 1 Kg”
        Sii Pembeli beli seharga 1 KG, karena penjual menambahi TAKARAN jadi “Lebih dari 1 kg”

        Artinya kan sama-sama pembelian tidak sesuai dengan takaran. CMIIW

        Jadi gimana dunk?

      • Dear Darul yg ribet, kalo mengurangi takaran tanpa sepengetahuan pembeli artinya riba. Oke? Entah itu menguranginya dg menambahi berat timbangan, atau disendok gulanya & dipindah k wadah lain ketika pembeli sedang menoleh ke belakang misalnya.
        Jika menambah takaran tanpa sepengetahuan itu namanya sedekah, jika niat sedekah. Malah bagus2nya sedekah smpe pembeli aja g tau kl dia uda disedekahin. Get it?
        Bukan kok jika tdk sama dg takaran smua dihukumi riba. Bukan spt itu, ok cinta? 🙂

    • Ah makasih om @indobrad uda mau mampir sini 😀 *seneng*
      Alhamdulillah kabar baik, om 😉
      Semoga om juga sehat selalu yaa disana…. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s