Tetap Sikat Gigi Saat Berpuasa Yaa…

Kebanyakan dari kita mungkin tidak berani berkumur apalagi menggosok gigi saat sedang berpuasa, karena hawatir air akan tertelan. Dan malah ada penguatnya hadits nabi bahwa Allah suka akan bau mulut orang yang sedang berpuasa. Lantas apa yang sebaiknya kita lakukan disisi lain kita kurang nyaman dengan bau mulut yang mengering apalagi dengan bau seperti itu kita gunakan untuk berbicara dengan orang lain bahkan berbicara dg Tuhan (sholat)?

  Berikut penjelasan untuk solusinya:

Pertama bahwa yang tersebut dalam hadits nabi diatas adalah kata2 majas / sindiran yaitu kata bahwasannya bau mulut orang yang sedang berpuasa adalah sama halnya dengan aroma minyak Misk (Minyak wangi yang paling wangi pada masa Nabi), jika kita artikan secara dangkal / harfiah saja maka yang akan kita lakukan adalah membiarkan bau pada mulut dan bahkan senang dengan bau itu karena Allah menyukainya, padahal firman Allah dalam hadits nabi diatas adalah kalimat sindiran / majaz yang maksudnya adalah Allah sangat menyukai orang2 yang sedang berpuasa. Saking cintanya Allah kepada orang yang berpuasa sampai2 “abab” nya diibaratkan minyak wangi yang paling wangi. Itu menujukkan bahwasannya Allah sangat mencintai orang2 yang menahan nafsu, makan/syahwat/amarah dst. karena Allah.

Kedua, Nabi Muhammad SAW bersabda “Andaikata tidak memberatkan ummatku, maka akan kuwajibkan bersiwak disaat sebelum melakukan sholat”. Bersiwak (pada jaman Nabi) atau dalam jaman sekarang menggosok gigi adalah sangat dianjurkan dalam sehari2 terlebih dalam waktu sholat. *Kenapa saya bedakan pada jaman nabi & jaman sekarang? Karena pada jaman nabi masih belum ada pembersih gigi seperti sikat gigi & pasta gigi seperti sekarang makanya pada jaman itu membersihkan gigi dari kotoran/sisa2 makanan dengan kayu. Atau yang kita lebih kenal dengan kayu Siwak*.

Ketiga, Allah berfirman banyak kali dalam Al-Qur’an “Afalaa Ta’qiluun?” atau dalam bahasa Indonesianya  “Apakah kalian tidak ber-akal?” Atau apakah kalian gak bisa mikir? Firman Allah yang seperti itu bisa Anda jumpai pada banyak ayat. Allah menyuruh kita untuk mikir, memikirkan, berfikir untuk memilah memilih dan menentukan apa yang baik yang akan kita lakukan yang tidak menentang perintahNya dan menerjang laranganNya.

Apakah pantas jika kita sholat dalam kondisi yang bau yg dihasilkan dari semerbak bau mulut kita? Bukankah nabi menganjurkan bebersih karena kebersihan adalah sebagian dari iman? Bukankah Nabi menganjurkan untuk memakai wewangian jika kita hendak sholat?

Dan jika masih ada yang bertanya, “lha terus bagaimana jika saat kita berkumur airnya tertelan?” Itu adalah pertanyaan yang sangat dangkal yang sering muncul dalam pikiran kita, jika kita hanya memikirkan itu maka kita tidak akan sampai pada dalamnya tujuan berpuasa. Yaitu bisa sabar dan mengendalikan segala yang dilarang Allah dengan ikhlas dan siap menerima apapun pemberian Nya, dan masih banyak sekali yang tidak bisa saya ceritakan disini karena ini smua bertahap, berpuasa adalah latihan, belum tujuan. Dan pengetahuan tentang hal ini juga bertahap, makanya saya memilih u/ stay tune di radiopersadafm.com biar gak ketinggalan soal pengetahuan agama. 🙂

Bagi yang ingin tahu juga silahkan langsung ke TKP pada jam ngaji yaitu 6.40am-8.15am (Ihya’ ‘Ulumuddin, Live, santri Min. S1) dan sore 4pm-5.30pm(siaran ulang pengajian santri umum).

Semoga tulisan ini bermanfa’at.. : – ) aamiiin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s